JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyambut baik kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Belawan, Kota Medan. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri tersebut dinilai Bobby dapat menambah semangat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayahnya.
Bobby menyampaikan apresiasinya saat acara press release pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin sekaligus Deklarasi Posisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026). Ia menyatakan bahwa Belawan merupakan lokasi yang strategis untuk dikunjungi Kapolri, mengingat intensitas peredaran narkoba yang tinggi di kawasan tersebut.
“Kehadiran Pak Kapolri di Belawan ini mudah-mudahan menambah semangat bagi kami, khususnya Forkopimda, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, berantas narkoba. Karena Belawan ini salah satu memang tempat yang sangat masif dari beberapa daerah yang ada di Sumatera Utara,” ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/10/2026).
Ia berharap kedatangan Kapolri dapat membawa perubahan positif bagi Belawan, menjadikannya wilayah yang lebih bersih dari narkoba. “Mudah-mudahan setelah kedatangan Pak Kapolri, ini salah satu daerah yang paling bersih dari narkobanya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bobby mengucapkan terima kasih kepada Kapolri atas keberhasilan pengungkapan 1,16 ton narkoba yang hendak masuk ke Indonesia melalui Sumatera Utara. Menurutnya, tindakan ini sangat berarti karena telah menyelamatkan banyak generasi muda dan calon pemimpin bangsa.
Bobby mengakui bahwa Sumatera Utara menghadapi tantangan pemberantasan narkoba yang lebih besar dibandingkan daerah lain. Selama lebih dari lima tahun berturut-turut, Sumatera Utara menduduki peringkat teratas dalam angka pengguna narkoba di tingkat nasional.
“Cita-cita kami kalau bisa turun dari peringkat satu, Pak. Jangan di tiga besar, jangan di lima besar, kalau bisa paling bontot, justru kalau bisa seluruh narkoba yang ada di Indonesia ini bisa hilang, agar apa? Agar Indonesia Emas 2045, salah satu kendalanya yang menghalangi adalah narkoba, ini benar-benar bisa hilang di wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera Utara,” harapnya.
Pengalaman Bobby saat menjabat sebagai Wali Kota Medan pun diungkapkan, di mana ia pernah menyatakan kekesalannya atas maraknya penyalahgunaan narkoba. Ia bahkan pernah meminta kepolisian untuk memberikan tindakan tegas kepada pengguna narkoba yang melakukan kejahatan jalanan seperti begal.
“Dulu pada saat kami di Medan, mohon maaf, Pak, saking geramnya, kalau bahasa ini geram, saking keselnya, Pak, dengan penyalahgunaan narkoba, maraknya narkoba di wilayah Medan, Sumatera Utara, dulu kami pernah menyatakan, minta tindak tegas saja, untuk penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan, yang membegal dan yang lain,” ungkapnya.
Bobby menyatakan keyakinannya bahwa Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sumatera Utara, bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah, siap untuk memberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara. Ia berharap posisi Sumatera Utara dapat segera turun dari peringkat pertama pengguna narkoba, minimal keluar dari lima besar nasional.