Belajar di Mushola, Siswa SD di Pandeglang Hadapi Kekurangan Kelas Selama 10 Tahun

Pandeglang – Kondisi memprihatinkan dialami siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banjarwangi di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Akibat kekurangan ruang kelas yang parah, kegiatan belajar mengajar terpaksa dialihkan ke mushola dan perpustakaan sekolah. Situasi ini dilaporkan telah berlangsung selama hampir 10 tahun.

Kepala Sekolah SDN Banjarwangi, Alis Syarah, menjelaskan bahwa saat ia menjabat empat tahun lalu, kondisi tersebut sudah ada. “Diperkirakan sudah berjalan 10 tahun,” ungkapnya pada Kamis (15/10/2026).

Menurut Alis, tiga kelas terpaksa menggunakan fasilitas yang tidak ideal. Kelas satu dan kelas dua (pada jam siang) belajar di mushola, sementara kelas empat menempati perpustakaan. Lebih memprihatinkan lagi, para siswa terpaksa belajar tanpa meja dan kursi karena fasilitas tersebut rusak.

“Di teras belajarnya juga, tidak menggunakan meja dan kursi karena rusak,” tambah Alis.

Total siswa di SDN Banjarwangi mencapai 400 orang, namun sekolah hanya memiliki 12 ruang kelas. Jumlah ini jelas tidak mencukupi untuk menampung seluruh siswa, terutama mengingat SDN Banjarwangi merupakan sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di wilayah tersebut.

Selain kekurangan ruang kelas, beberapa bangunan kelas yang ada juga dilaporkan mengalami kerusakan pada dinding dan plafon. Alis menyebutkan bahwa bangunan sekolah tersebut sudah berusia sekitar 25 tahun dan belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan.

“Ruang kelas yang lain juga sudah mengalami kerusakan, dan kalau dihitung sudah hampir 25 tahun belum ada perbaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, sekolah telah menerima bantuan revitalisasi, namun jumlahnya belum memadai. Dari pengajuan 12 kelas, hanya 6 kelas yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Kondisi bangunan yang sudah mulai rusak ini juga berdampak pada terbatasnya ruang untuk para guru.

“Revitalisasi dapat 6 kelas, pengajuan 12 kelas, yang di-acc 6. Bangun yang ada sekarang juga sudah mulai rusak, ruang untuk guru juga terbatas. Rencana revitalisasi tahap II kami bakal mengajukan kembali,” pungkas Alis.

Tinggalkan komentar