Basarnas Hentikan Penyelaman Cari Korban KM Virgo, Fokus ke Permukaan Air

Banjarmasin – Operasi penyelaman atau underwater untuk mencari korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dihentikan. Basarnas kini mengalihkan fokus pencarian ke permukaan air.

Kepala Basarnas RI, M. Syafii, menjelaskan bahwa kondisi jasad korban mulai berubah sejak memasuki hari ketiga pencarian. Ia menekankan bahwa golden time untuk melakukan pencarian adalah sejak hari pertama hingga ketiga.

Menurutnya, pada hari-hari sebelumnya, jasad korban yang berhasil dievakuasi masih memungkinkan untuk dibawa naik ke permukaan secara mandiri. Namun, kini kondisi jasad sudah berbeda. “Jika pada hari sebelumnya korban bisa naik sendiri setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari kapal. Karena itu tidak efektif operasi underwater terus dilanjutkan,” jelas Syafii.

Ia juga menerangkan bahwa pada pencarian sebelumnya, jasad korban masih memungkinkan untuk dilepaskan dan mengapung ke permukaan air. “Namun kini, lanjut Syafii, kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dilepaskan mengapung ke permukaan.”

Meskipun demikian, Syafii menegaskan bahwa pencarian korban akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban ditemukan dalam kondisi apapun dan diserahkan kepada keluarga dengan terhormat. Ia menambahkan bahwa operasi ini disesuaikan dan diperluas karena adanya temuan korban hingga ke Kalimantan Tengah, bahkan perahu karet ditemukan di wilayah Kalimantan Barat, serta korban juga masuk ke wilayah dari Kalteng ke Kalbar.

Syafii mengharapkan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik kapal dapat segera dilaksanakan. Hal ini untuk memastikan korban yang masih berada di dalam kapal benar-benar berada di lokasi tersebut, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dalam kondisi yang memungkinkan ketika kapal sudah berhasil diangkat dari dasar laut.

“Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi,” tuturnya. Ia menjelaskan masih terdapat bagian kapal yang belum tersentuh penyelam, termasuk lambung kiri, tetapi kondisi di dalam kapal termasuk badan kapal, adalah sangat labil sehingga membahayakan penyelam.

Tinggalkan komentar