Banyuwangi – Seekor Banteng Jawa (Bos javanicus) ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur. Satwa yang dilindungi ini ditemukan dalam keadaan telah dikuliti, dengan dagingnya diduga telah diambil.
Temuan bangkai banteng ini terjadi pada Rabu (14/10). Pihak kepolisian bersama petugas Taman Nasional Alas Purwo kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam perburuan satwa dilindungi tersebut.
Menurut Polisi Kehutanan Ahli Madya TNAP, Sucipto, kejadian bermula ketika petugas Resort Rowobendo mendengar suara tembakan senjata api sebanyak tiga kali. Suara tersebut mendorong petugas untuk segera melakukan penelusuran guna memastikan sumbernya.
“Sekitar 30 menit kemudian, suara tembakan senjata api kembali terdengar,” terang Sucipto.
Petugas kemudian melanjutkan penyisiran di area tersebut. Sekitar pukul 10.30 WIB, mereka menemukan bercak darah yang diduga berasal dari satwa yang terluka. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi petugas untuk menelusuri jejak darah tersebut demi mencari keberadaan satwa yang diburu.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, petugas akhirnya menemukan seekor banteng Jawa berjenis kelamin jantan dalam kondisi telah dikuliti. “Dari temuan tersebut, kami menduga ada aktivitas perburuan satwa liar di kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo,” ujar Sucipto.
Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo, Aipda Andik Swanson, membenarkan adanya laporan dari petugas Taman Nasional Alas Purwo terkait dugaan perburuan satwa dilindungi ini. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian bersama petugas TNAP segera mendatangi lokasi kejadian di kawasan Sadengan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Petugas Taman Nasional Alas Purwo telah melaporkan peristiwa dugaan perburuan banteng yang merupakan satwa dilindungi. Kami bersama petugas TNAP sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP,” ujar Andik, mewakili Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun.
Andik menambahkan, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas perburuan satwa dilindungi tersebut. “Peristiwa ini masih kami selidiki untuk mengungkap pelaku perburuan satwa dilindungi tersebut,” pungkasnya.