Bamsoet Harapkan Pemuda Pancasila Jadi Kekuatan Produktif Penggerak Ekonomi Nasional

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, menyampaikan ucapan selamat atas penetapan kembali Japto Soerjosoemarno sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Pancasila untuk periode 2025-2030. Bamsoet menekankan pentingnya Pemuda Pancasila untuk terus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat.

“Rakyat saat ini ingin melihat kehadiran Pemuda Pancasila memberikan manfaat konkret bagi kehidupan mereka. Pertanyaannya adalah, berapa banyak lapangan kerja yang berhasil diciptakan, berapa banyak UMKM yang berkembang, berapa banyak petani yang terbantu, dan seberapa besar perbaikan taraf hidup keluarga miskin. Mubes XI ini harus menjadi momentum agar Pemuda Pancasila tampil sebagai kekuatan produktif yang turut mengawal keberhasilan program Asta Cita Presiden Prabowo hingga ke tingkat desa,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (15/10/20260.

Dalam Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila, selain Japto Soerjosoemarno, juga ditetapkan Ketua Pelaksana Harian Johan Aripin Muba dan Sekjen Musa Rajekshah. Terdapat pula empat Wakil Ketua Umum yang terpilih, yaitu Bambang Soesatyo sendiri, Arsad Rasyid, Arif Rahman, dan Roberth Rouw.

Bamsoet juga menyoroti isu kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Ia berpendapat bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang signifikan untuk ketahanan pangan sebesar Rp 164,7 triliun dan ketahanan energi Rp 402,4 triliun harus mampu menghasilkan perubahan yang nyata di masyarakat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bamsoet mengungkapkan bahwa mulai 18 November 2026, Pemuda Pancasila akan bekerja sama dengan APDESI Merah Putih untuk meresmikan gerakan kandang ayam petelur di Kabupaten Serang, Banten. Gerakan ini akan diawali dengan pembagian 1.000 ekor ayam kepada setiap desa, bersamaan dengan acara pelantikan Majelis Pengurus Nasional Pemuda Pancasila periode 2025-2030. Program ini direncanakan akan diperluas ke 12 provinsi dengan target 146 juta ekor ayam petelur guna mendukung ketahanan pangan nasional. “Pemuda Pancasila bertekad mengawal dan mensukseskan program Asta Cita Presiden, sekaligus menjadi solusi dari berbagai persoalan yang ada,” tegas Bamsoet.

Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bamsoet menilai bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen memerlukan partisipasi dari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, Pemuda Pancasila diharapkan dapat membangun gerakan ekonomi yang produktif melalui pengembangan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, serta membangun kemitraan yang kuat dengan dunia usaha.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen haruslah mampu menghasilkan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan yang lebih baik bagi rakyat. Pemuda Pancasila harus berperan aktif dalam menciptakan pengusaha baru, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas bagi generasi muda. Kita ingin Pemuda Pancasila dikenal sebagai organisasi yang mampu menghadirkan solusi, menjaga persatuan, memberikan rasa aman, dan menjadi kekuatan produktif dalam pembangunan nasional,” ujar Bamsoet.

Bamsoet, yang juga menjabat sebagai Ketua MPR ke-15, mengingatkan bahwa tantangan bangsa semakin kompleks akibat ketegangan geopolitik global, persaingan ekonomi internasional, ancaman krisis energi, dampak perubahan iklim, serta pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Dalam menghadapi era yang dinamis ini, diperlukan kader Pemuda Pancasila yang terdidik, adaptif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kehadiran Pemuda Pancasila diharapkan dapat menjadi sumber rasa aman dan perekat persatuan bangsa. Ia berkeinginan agar ormas ini selalu dicari oleh masyarakat dan mampu memberikan bantuan nyata ketika dibutuhkan.

“Pemuda Pancasila harus menjadi organisasi yang dicari rakyat ketika mereka menghadapi kesulitan. Ketika bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan terjadi, kader Pemuda Pancasila harus hadir membantu. Di saat terjadi konflik sosial, kader harus mampu bertindak sebagai penengah,” imbuhnya.

“Ketika rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, organisasi ini harus turut serta membuka jalan keluar. Inilah wajah Pemuda Pancasila yang kita dambakan, yang kuat dalam solidaritas, matang dalam pemikiran, dan nyata dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” pungkas Bamsoet.

Tinggalkan komentar