Polisi mengungkap motif di balik penganiayaan sadis yang dilakukan ayah tiri berinisial RP (30) terhadap anak tirinya yang berusia 1 tahun di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku mengaku melakukan tindakan keji tersebut karena diliputi rasa cemburu terhadap istrinya.
Menurut Kasi Humas Polres Jaktim AKP I Made Budi, motif sementara pelaku adalah rasa cemburu karena istrinya, yang juga ibu kandung korban, diketahui berhubungan dengan pria lain. “Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu karena istrinya chat-chatan dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak korban,” ujar AKP I Made Budi, Minggu (4/10/2026).
Saat kejadian tragis itu terjadi, ibu kandung korban tidak berada di rumah. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan berulang kali terhadap korban hingga nyawanya tak terselamatkan. “Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali dan juga bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” jelasnya.
Terungkapnya kasus ini juga diwarnai oleh sandiwara pelaku yang sempat berpura-pura menangis dan meminta pertolongan setelah menganiaya korban hingga tewas. Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra menjelaskan bahwa sekitar pukul 18.15 WIB, pelaku datang menggendong korban sambil menangis dan meminta tolong kepada seorang saksi berinisial S untuk segera mengantar korban ke rumah sakit.
Saat ditanya oleh saksi S mengenai kondisi korban, pelaku beralasan bahwa korban sakit karena muntah-muntah. Namun, kecurigaan saksi S muncul ketika melihat wajah korban penuh luka lebam. “Kemudian Saksi 1 bertanya terhadap pelaku ‘emang korban sakit apa’, kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam,” ujar Kompol Andre Try Putra.
Pelaku juga sempat memberikan alasan lain yang tidak masuk akal, yaitu korban tertimpa kipas angin. Alasan ini pula yang disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban. “Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku ‘kamu apain anak ini’ dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,” imbuhnya.
Kasus ini pertama kali terungkap pada Kamis (1/10) sekitar pukul 19.50 WIB setelah Polsek Cakung menerima laporan mengenai penemuan bayi yang meninggal secara tidak wajar. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Unit Reskrim Polsek Cakung bersama Perwira Pengendali dan Piket Fungsi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.