Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai program uji coba “Namu Balai Kota” yang disambut antusiasme tinggi dari masyarakat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tingkat partisipasi pengunjung pada hari pertama melampaui perkiraan awal.
“Acara ‘Namu Jakarta’ ini memang antusiasmenya sangat tinggi. Kami sampai harus mengganti shift penjaga karena lonjakan pengunjung,” ujar Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur, pada Minggu (4/10/2026). Tingginya animo masyarakat menyebabkan antrean panjang, sebuah fenomena yang dianggap wajar mengingat ini adalah hari pertama peluncuran program.
Menanggapi antusiasme yang luar biasa ini, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menjadikan program “Namu Balai Kota” sebagai kegiatan rutin. “Kami akan secara rutin membuka ini agar warga Jakarta yang ingin mengenal lebih jauh tentang balai kota dan seluruh isinya kami persilakan,” jelas Pramono.
Uji coba program “Namu Balai Kota” sendiri dibuka secara resmi pada Sabtu (3/10) oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Suharini Eliawati dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadis Kominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi. Ke depannya, program ini akan diselenggarakan setiap hari Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.
Setelah seremoni pembukaan, para peserta langsung diajak mengikuti tur Balai Kota. Rute tur mencakup kunjungan ke berbagai ruang penting, termasuk pendopo, ruang tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City. Selama tur, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan koleksi seni, seperti lukisan yang menghiasi setiap sudut ruangan.
Anak-anak yang mengikuti tur tampak sangat bersemangat, terutama saat berinteraksi dengan pemandu dan menjawab pertanyaan. Pengalaman menarik lainnya yang ditawarkan adalah kesempatan mencoba “Kids on Air” di Studio Berita Jakarta. Melalui aktivitas ini, anak-anak dapat merasakan menjadi reporter cilik dan memahami proses di balik pembuatan sebuah berita.
Beberapa anak dari Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) turut mencoba menjadi presenter cilik di studio. Mereka menunjukkan kegembiraan saat melihat teman-temannya membacakan berita, memberikan pengalaman yang berharga dan menyenangkan.
Selain tur edukatif, “Namu Balai Kota” juga dilengkapi dengan Mini Mall Pelayanan Publik yang memungkinkan warga mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi terpadu.