JAKARTA – Sebanyak 47 orangutan di pusat rehabilitasi Yayasan BOS Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, teridentifikasi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi ini disebabkan oleh paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.
Koordinator Dokter Yayasan BOS Nyaru Menteng, drh Agus Fahroni, menyatakan bahwa mayoritas kasus ISPA pada orangutan tersebut masih dalam kategori ringan dan dapat ditangani oleh tim medis. “Sekitar 47 orang utan memang teridentifikasi mengalami ISPA. Namun sejauh ini kondisinya masih relatif ringan dan dapat ditangani oleh tim medis kami,” ujar Agus Fahroni.
Agus menjelaskan bahwa paparan asap karhutla menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi sistem pernapasan satwa, terutama bagi orangutan yang masih dalam tahap rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya. Tim medis dan perawat telah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh orangutan di kawasan rehabilitasi.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi perkembangan gejala dan memastikan kondisi satwa tetap stabil. “Kabut asap tentu menjadi hal yang harus kami waspadai karena dapat berdampak terhadap sistem pernapasan orang utan. Karena itu, pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala,” tambahnya.
Orangutan yang terjangkit ISPA diberikan penanganan berupa herbal dan vitamin, serta pemenuhan kebutuhan cairan. Langkah ini bertujuan untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh satwa selama terpapar asap.