SURABAYA – Empat orang dilaporkan meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kepolisian Resor Probolinggo dilaporkan telah memulai penyelidikan terkait insiden tragis tersebut.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, mengkonfirmasi bahwa tim Identifikasi dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Probolinggo telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi mata juga telah dimintai keterangan untuk mengumpulkan informasi awal.
“Untuk Inafis sudah diturunkan, termasuk tim olah TKP dari Reskrim Polres untuk melakukan olah TKP dan saat ini personel kami dari Polres Probolinggo kabupaten masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujar Abast kepada awak media di Mapolda Jatim pada Jumat (16/10).
Menurut informasi awal yang dihimpun polisi, sebanyak 12 orang berangkat menuju lokasi kebakaran pada pukul 09.00 WIB untuk membantu upaya pemadaman. Kelompok tersebut terdiri dari petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel.
Insiden nahas terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tiga orang ditemukan meninggal dunia di tempat, sementara tiga lainnya mengalami luka bakar serius. Korban meninggal bertambah satu orang kemudian, sedangkan dua korban luka bakar lainnya segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Abast menambahkan bahwa pihaknya perlu melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari meninggalnya empat orang serta luka bakar yang dialami korban lainnya. Pendalaman ini akan mencakup unsur kelalaian atau kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.