160 Lansia Bogor Terima Becak Listrik Gratis dari Presiden Prabowo

Sebanyak 160 lansia di Kota Bogor menerima bantuan becak listrik secara cuma-cuma. Bantuan hibah ini merupakan inisiatif pribadi dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada para penerima manfaat dan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor akan turut serta mengawal pelaksanaan serta operasional becak listrik tersebut. Para lansia yang menerima bantuan ini sebelumnya berprofesi sebagai pengayuh becak manual di Kota Bogor.

“Kami, pemerintah wajib mengawal program baik Pak Presiden ini. Sehingga bantuan ini diharapkan bisa benar-benar bermanfaat. Karena yang menerima (becak listrik gratis) rata-rata, dan sesuai persyaratan adalah lansia di atas usia 55 tahun,” ujar Jenal Mutaqin pada Selasa (6/10/2026).

Jenal menambahkan bahwa program ini merupakan inisiatif personal Presiden Prabowo dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun demikian, aspek pengawasan pemanfaatan bantuan menjadi hal terpenting. “Kita akan memfasilitasi semuanya melalui Dinas Perhubungan, sebagai leading sektornya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan akan memfasilitasi penerima becak listrik dengan surat izin mengemudi. Pihaknya juga akan menginformasikan kepada para penerima mengenai 16 titik lokasi di Kota Bogor yang dilarang untuk dilintasi becak.

“Legalitas pengemudi becak listrik tersebut juga akan dirangkaikan dengan penempatan lokasi operasional mereka. Karena sesuai dengan regulasi yang ada di Kota Bogor, ada titik yang sudah dilarang untuk beroperasinya becak,” jelas Jenal.

Ia merujuk pada Peraturan Wali Kota Nomor 15 Tahun 2006 mengenai rute jalan yang tidak boleh dilalui oleh kendaraan becak. “Kami harus mengawal dan menyelaraskan, agar program ini betul-betul berjalan dan bermanfaat untuk warga Kota Bogor,” tegasnya.

Jenal Mutaqin juga telah berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota mengenai jalur yang masih diizinkan untuk becak listrik. Selain itu, diusulkan pula adanya pangkalan becak listrik yang dapat berfungsi sebagai tempat pengisian daya baterai.

Menurut Jenal, setiap penerima bantuan becak listrik diwajibkan untuk menyerahkan becak manual mereka. Hal ini bertujuan untuk menghentikan aktivitas mengayuh becak di usia rentan dan menggantinya dengan becak listrik. “Agar semangat untuk menyelesaikan permasalahan mengayuh di usia rentan itu sudah terhenti, dikonversi jadi becak listrik,” tuturnya.

Salah satu penerima bantuan, Obed Purwanto (62), mengungkapkan rasa senangnya menerima becak listrik gratis dari Presiden Prabowo. Pria yang telah menjadi pengayuh becak sejak tahun 1982 ini merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga ekstra saat menarik becak.

“Yang pastinya ini sangat membantu ya, kalau kita yang sudah tua kan pasti kan masalah tenaga ya. Saya juga tadi sudah coba, dari IPB saya bawa sampai sini, ya sangat membantu, apalagi kalau jalan tanjakan, kalau dulu kan kita bisa dibilang ngos-ngosan lah, sekarang tinggal gas,” ujar Obed saat ditemui di Jalan Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Obed juga menyampaikan pesan yang diterimanya agar menjaga baik-baik becak tersebut. “Yang pasti pertama, ngga boleh dijual, ngga boleh disewakan juga, ngga boleh digadaikan,” imbuhnya.

Tinggalkan komentar