Suara Dentuman Misterius di Perbatasan Bojonegoro-Madiun, BMKG Jelaskan Kemungkinan Penyebabnya

Suara dentuman keras dilaporkan terdengar di sekitar Gunung Pandan, yang terletak di wilayah perbatasan antara Bojonegoro dan Madiun. Fenomena ini terjadi pada Minggu petang, setelah waktu Magrib, dan menimbulkan rasa penasaran di kalangan warga.

Kepala Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Suprapto, yang wilayahnya berada di lereng Gunung Pandan, membenarkan adanya laporan tersebut. Meskipun ia pribadi tidak mendengar langsung karena sedang berada di luar desa, ia menerima informasi dari masyarakat yang mendengar suara dentuman itu.

Sementara itu, Petugas Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk, Setiyaris, menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Pandan. Ia menjelaskan bahwa suara dentuman dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

“Perlu diverifikasi lagi karena dentuman banyak penyebabnya, secara teori memang salah satu kemungkinan dentuman misterius yang terdengar di suatu wilayah adalah gelombang akustik akibat aktivitas tektonik atau vulkanik. Secara sederhana, pelepasan energi di dalam bumi dapat menghasilkan getaran yang merambat melalui batuan dan, dalam kondisi tertentu, memicu gelombang tekanan di udara,” jelas Setiyaris.

Ia menambahkan bahwa gelombang suara atau infrasonik ini memiliki kemampuan untuk merambat jauh dan dapat mengalami pembiasan serta pemantulan oleh lapisan atmosfer. Hal ini memungkinkan suara terdengar di lokasi yang jauh dari sumber aslinya. Namun, Setiyaris menekankan bahwa tidak semua dentuman berasal dari aktivitas tektonik atau vulkanik. Fenomena atmosfer, seperti petir, aktivitas manusia, atau gelombang kejut, juga berpotensi menimbulkan suara serupa. Untuk memastikan sumbernya secara akurat, diperlukan korelasi data seismik, infrasonik, kondisi atmosfer, serta laporan pengamatan di lapangan.

Tinggalkan komentar